A review by heavenlyrealms
Teka-Teki Terakhir by Annisa Ihsani

4.0

Indah. Mungkin itu kata pertama yang bisa saya deskripsikan untuk buku ini. Gaya bahasa yang indah, seperti membaca buku terjemahan. Penokohan yang indah, membuat kita semua sayang kepada setiap tokoh yang ada di buku ini. Alur yang indah karena semuanya mudah dipahami.

Awalnya saya cukup takut karena buku ini mengambil topik—matematika. Saya pikir saya akan pusing (karena saya takut matematika), melainkan buku ini membuka mata saya untuk melihat sisi lain matematika. Sisi lain peneliti matematika dan saya terharu melihatnya. disambut baik oleh keluarga Maxwell, bahkan dibantu dalam segala hal. Untuk mecintai buku, untuk menyukai dan memahami matematika, dan untuk menyayangi tetangga. Saya salut dengan Nyonya dan Tuan Maxwell yang sangat berdedikasi untuk hal yang mereka sukai. Mereka rela menghambiskan seumur hidupnya untuk menemukan jawaban dari hal yang menurut mereka itu misteri. Mungkin sebagian orang tidak mempedulikan “Teorema Fermat” tetapi mereka iya.

Buku ini juga menyadarkan bahwa tidak ada perjuangan yang sia-sia. Sejauh dan selama apapun kita telah berusaha, meskipun menurut orang “tidak berhasil” tetapi selalu ada hal lain yang dapat dipetik. Seperti Tuan Maxwell dengan Teka-Teki Teorema Fermatnya. Dan terkadang juga, hidup tidak sesuai yang dibayangkan. Tidak seindah yang diinginkan meskipun telah memberikan usaha semaksimalnya.

Saya berterima kasih kepada Laura karena telah memberikan kehangatan untuk keluarga kecil Maxwell. Untuk membuktikan omongan tetangga salah. Dan terima kasih keluarga Maxwell untuk memberikan pandangan untuk tetap berdedikasi dan “curiosity” terhadap hal yang diminati.

Sekian.